7 KONSEP DASAR GEOLOGI LINGKUNGAN
“The earth is the only suitable habitat we have and it resources are limited.”
Disusun untuk Melengkapi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Geologi Lingkungan
Disusun oleh:
Jessyca Firsta A.S
21040111060001
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang...........................................................................................
1.2. Rumusan Masalah...................................................................................
1.3. Maksud dan Tujuan.........................................................................
1.4. Ruang Lingkup Pembahasan..........................................................................
1.5. Kerangka Pikir.............................................................................................
BAB II KAJIAN TEORI...................................................................................
BAB III PEMBAHASAN MATERI...................................................................
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN....................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Geologi adalah ilmu yang mempelajari susunan, bentuk, sejarah perkembangan bumi, serta proses - proses yang telah, sedang, dan akan bekerja di bumi. Adapun lingkungan, secara umum dapat diartikan sebagai hubungan antara suatu obyek dengan sekitarnya. Hubungan ini dapat bersifat aktif maupun pasif, dinamis ataupun statis. Geologi lingkungan pada hakekatnya merupakan ilmu geologi terapan yang ditujukan sebagai upaya memanfaatkan sumber daya alam dan energi secara efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan perikehidupan manusia pada masa kini dan masa mendatang dengan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkannya semaksimal mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bumi sebagai suatu obyek yang dipengaruhi oleh lingkungannya, termasuk didalamnya adalah manusia sebagai salah satu unsur yang mempengaruhinya.
Pada hakekatnya hubungan antara geologi dan lingkungan tidak dapat dipisahkan, mengingat permasalahan lingkungan yang muncul sebagai akibat dari eksploitasi sumber daya alam dan aktifitas manusia lainnya merupakan subyek dan obyek dari geologi.
Pada awalnya geologi lingkungan (geologi khususnya) merupakan ilmu yang kurang mendapat perhatian dari para ahli maupun para pembuat kebijakan, namun seiring dengan waktu, ditandai oleh KERUSAKAN lingkungan yang terjadi dan KELANGKAAN sumber daya alam sebagai akibat dari aktifitas manusia yang mengabaikan lingkungannya, ilmu ini mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak.Dengan kata lain geologi lingkungan dapat diartikan sebagai penerapan informasi geologi dalam menjembatani antara manusia dan lingkungan, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dapat berjalan dengan baik.
Ruang lingkup geologi lingkungan mencakup antara lain: 1.Proses – proses geologi dan perubahan bentang alam; 2.Sumberdaya Geologi (air, mineral, lahan, dan energi); 3.Bahaya geologi (gerakan tanah / longsor, gempabumi, tsunami, gunungapi), dan 4.Perencanaan tata guna lahan.
1.2. Rumusan Masalah
Geologi lingkungan mempelajari tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan bumi beserta lingkungannya. Bumi, tempat berpijak manusia memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Baik dari alam itu sendiri maupun akibat aktivitas makhluk hidup khususnya manusia. Begitupun dengan kondisi di Indonesia,Indonesia juga mempunyai masalah yang kompleks antara alam dan makhluk hidup yang hidup didalamnya khususnya manusia.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang konsep dasar ilmu geologi lingkungan yang berhubungan dan sesuai dengan keadaan wilayah Indonesia pada saat ini.
1.4. Ruang Lingkup Pembahasan
Makalah ini membahas tentang 7 konsep dasar geologi lingkungan dan menjelaskan tentang penerapannya di Indonesia, terutama yang sesuai dengan kondisi geologi di Indonesia.
1.5. Kerangka Pikir
Tujuh konsep dasar geologi lingkungan ini merupakan klasifikasi bumi secara umum. Tidak semua konsep tersebut cocok untuk diterapkan di Indonesia, ada yang bisa diterapkan, ada juga yang kurang cocok dengan keadaan geologi Indonesia. Pada makalah ini akan dibahas mengenai konsep manakah yang paling sesuai dengan kondisi geologi di Indonesia.
BAB II
KAJIAN TEORI
Tujuh konsep dasar terhadap pemahaman dan studi geologi lingkungan yakni :
- Concept one : The earth is essentially a closed system
Bumi pada dasarnya adalah suatu sistem tertutup.
- Concept two : The earth is the only suitable habitat we have and it resources are limited.
Bumi yang kita miliki ini merupakan satu-satunya tempat kediaman yang cocok dan mempunyai sumber daya terbatas.
- Concept three : Todays physical processes are modifying our landscape and have operated troughtout much of geologi time. However the magnitudeand frequency of these processes are subject to natural and artificially induved change.
Saat ini proses fisik sedang memodifikasi pendangan kita dan sudah mengoperasikan banyak waktu geologi. Bagaimanapun besar dan frekuensi dari proses itu harus mengacu pada perubahan yang secara alami dan buatan.
- Concept four : There have always been earth processes that are hazardous to people. These natural hazards must be recognized and avoided where possible and their theart to human life and property must be minimized.
Selalu terdapat proses-proses alam atau bumi yang merugikan manusia. Resiko yang alami ini harus dikenali dan dihindari sebisamungkin oleh kehidupan manusia dan alam sekitarnya serta resiko ini harus diminimalkan.
- Concept five : Land and water use planning must strive to obtain in balance between economic considerations and the less tangible variable such as aesthetics.
Perencanaan penggunaan daratan dan perairan harus dilakukan secara serius untuk memperoleh kesetimbangan antara pertimbangan ekonomi dan semakin sedikit variabel terukur seperti estetika.
- Concept six : The effects of land use tend to be cumulative, and therefore we have an obligation to those who follow.
Efek penggunaan daratan cenderung menjadi kumulatif, dan oleh karena itu kita mempunyai suatu kewajiban untuk para pengguna.
- Concept seven : The fundamental component of every persons environment is the geologic factor, and understanding of this environment requires aboard based comprehension and appreciation of the earth siences and other related disciplines.
Komponen dasar dari tiap lingkungan orang adalah faktor geologis, dan pemahaman mengenai ini memerlukan suatu konsep dasar yang menyeluruh dan penghargaan ilmu tentang bumi dan disiplin lain yang berhubungan.
BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan 7 konsep dasar yang telah dijelaskan dalam kajian teori di atas,penulis dapat menyimpulkan bahwa ada satu konsep yang sesuai dengan Indonesia pada saat ini yaitu:
Konsep ke dua “The earth is the only suitable habitat we have and it resources are limited.”(Bumi yang kita miliki ini merupakan satu-satunya tempat kediaman yang cocok dan mempunyai sumber daya terbatas.)
Mengingat keadaan geologi wilayah indonesia yang akhir-akhir ini semakin labil, berbagai sumber daya alam terutama mineral yang semakin hari semakin menipis terus terjadi di wilayah Indonesia, hal ini jelas akan mengakibatkan kerugian yang berhubungan dengan geologi lingkungan.
Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai macam potensi alam yang menjanjikan seperti minyak bumi, batu bara, gas alam, serta barang tambang lainnya tetapi hal ini merupakan suatu masalah yang besar bagi Indonesia dimana kebanyakan orang menganggap Indonesia adalah negeri yang makmur dan subur maka otomatis orang akan tertarik dengan Indonesia sementara jumlah penduduk akan terus bertambah yang tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya alam yang menunjang. Indonesia adalah tempat yang cocok bagi manusia namun tidak didukung oleh kebanyakan orang yang hidup serta tinggal disana. Banyak sekali orang mengabaikan akan pentingnya bumi Indonesia yang jelas akan menimbulkan keterbatasan pada negeri ini. Keterbatasan sumberdaya dipengaruhi oleh : Kemajuan bidang kedokteran membuat bertambahnya populasi bumi
Sumber bumi yang terbatas
-Dengan semakin bertambahnya populasi manusia di Indonesia akan sangat membutuhkan sumber – sumber bumi yang tidak sedikit. Hal inilah yang jelas menimbulkan persoalan karena sumber – sumber bumi tidak akan selamanya ada tetapi pasti akan habis karena terus menerus digali dan diambil hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia semata.Sebagai contoh akhir –akhir ini banyak sekali terjadi kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Indonesia . Keadaan ini yang tentu akan menimbulkan persoalan yang tak kunjang usai seperti karena BBM langka maka otomatis harga BBM akan naik.Kondisi ini akan terus berjalan dan tidak ada habisnya sebelum sumber-sumber bumi habis.
Bertambahnya kerusakan yang permanen pada lingkungan lebih besar proporsinya dan manfaatnya.
Kerusakan-kerusakan bumi terutama di lingkungan wilayah Indonesia yang terus terjadi akibat bencana alam seperti banjir, tsunami dan gempa bumi jelas akan mengakibat kerusakan yang besar dan menetap atau permanent serta kerugiannya sulit untuk diatasi bisa menimbulkan keterbatasan pada lingkungan dari segi proporsi dan manfaatnya. Selain itu tindakan – tindakan yang tidak perlu namun sangat terasa dampaknya seperti “Global Warning” juga akan menimbulkan keterbatasan sumberdaya terutama di Indonesia.
Salah satu sumber daya yang juga paling rawan saat ini adalah sumber daya air. Dengan memperhitungkan pertumbuhan penduduk di dunia dan kebutuhan akan air yang mengiringinya, masa depan neraca air global, ketersediaan infrastruktur dan pelayanan sumber daya air nampaknya akan menjadi sangat timpang dan sensitif. Sementara itu, penyebaran penduduk dan ketersediaan sumber daya air segar yang tidak merata di permukaan bumi menambah intensitas permasalahan kelangkaan air
Permasalahan mendasar yang kedua adalah terbatasnya jumlah air segar di planet bumi yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan konsumsi air segar meningkat secara drastis, dan kerusakan lingkungan termasuk kerusakan sumber daya air terjadi secara konsisten. Pemakaian air global meningkat lima kali lipat pada abad yang lalu ketika penduduk dunia meningkat dari satu setengah sampai enam miliar orang, dan ketersediaan air per kapita diperkirakan akan menurun dengan sepertiganya pada beberapa dekade mendatang ketika penduduk dunia mencapai hampir sembilan miliar orang di tahun 2025. Peningkatan jumlah penduduk dunia ini tidak hanya akan meningkatkan secara drastis konsumsi air segar dunia, akan tetapi juga kebutuhan akan bahan pangan yang pada gilirannya juga membutuhkan lebih banyak air untuk pertanian, industri, dan air bersih yang kesemuanya berujung pada kebutuhan air yang lebih banyak lagi. (J. Winpenny : Financing Water For All, World Water Council, March 2003).Meskipun Indonesia termasuk 10 negara kaya air namun krisis air diperkirakan akan terjadi juga, sebagai akibat dari kesalahan pengelolaan air yang tercermin dari tingkat pencemaran air yang tinggi, pemakaian air yang tidak efisien, fluktuasi debit air sungai yang sangat besar, kelembagaan yang masih lemah dan peraturan perundang-undangan yang tidak memadai.
Untuk itu, seharusnya permasalahan yang berkaitan dengan keterbatasan sumberdaya haruslah diantisipasi sejak dini supaya kelak permasalahan dapat diminimalisir dan tidak terdapat permasalahan dimasa yang mendatang serta bumi ini terutama bumi Indonesia harus dijaga dan dilestarikan karena Bumi ini merupakan titipan anak cucu bukan merupakan warisan dari mereka.Upaya dan strategi untuk mengatasi hal tersebut adalah
a. Upaya dalam memfungsikan bahwa bumi ini adalah satu-satunya tempat yang cocok bagi manusia dan didalamnya terdapat sumber daya yang terbatas maka :
1. Menanamkan sejak dini arti pentingnya lingkungan dan sumberdayanya.
1. Penyaringan lingkungan dengan cara melaksanakan evaluasi terhadap lingkungan tersebut.
- Penyaringan teknologi yang berbasis pada sumber daya.
- Meminimalkan resiko yang akan terjadi akibat proses alam dengan memilih, menggunakan serta mampu menempatkan diri secara baik terhadap lingkungan.
b. Strategi dilakukan dalam usaha untuk meningkatkan potensi SDM dalam mendayagunakan sumber daya alam dengan segenap peluang serta kendalanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Penggunaan teknologi bersih yang berwawasan lingkungan dengan segala perencanaan yang baik dan layak.
2. Melakukan rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna dalam menghasilkan barang dan jasa yang unggul, tangguh, dan berkualitas tinggi.
3. Adanya pengawasan dan pemantauan terhadap jalannya pembangunan sehingga sesuai dengan rencana dan tujuannya.
BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN
Berdasarkan pembahasan materi yang telah dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa bumi sebagai tempat yang cocok bagi manusia dengan segala sumber daya didalamnya berperan penting dalam hubungannya dengan makhluk hidup lain, saling terkait dan berpengaruh baik hal itu dirasakan keberadaanya maupun resiko yang akan ditanggung manusia sebagai akibat perbuatan manusia itu sendiri maupun proses alam.
Oleh karena itu, upaya dan strategi yang sudah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal. Salah satunya dapat dilakukan dengan visi, misi, tujuan manusia hidup di bumi sebagai timbal balik adanya bumi sebagai tempat tinggal manusia yang menyediakan sumberdayanya kepada manusia untuk dimanfaatkan secara baik. Di luar kemampuan itu, manusia juga wajib mempertahankan dan berupaya untuk menghindari resiko yang akan terjadi akibat proses alam.Selain itu juga hendaknya merencanakan suatu langkah untuk meminimalisasi masalah – masalah yang kelak akan terjadi akibat keterbatasan sumberdaya.
DAFTAR PUSTAKA
“Geologi Lingkungan”.Semarang:http://blog.sivitas.lipi.go.id.diunduh pada 10 maret 2012.pukul 19.30.
Taufiq. 2004. ”Keterbatasan Sumber Daya”, dalam Misi Menyelamatkan Bumi. Jakarta :www.geografiana.com.diunduh pada 10 maret 2012 pukul 19.40.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar